Pekan ini bertepatan dengan perhelatan HK Filmat dan dimulainya sidang pertama kasus penyiksaan majikan Hong Kong atas BMI yang bernama Erwiana. Redaksi berhasil menyambangi Macau yang berada di bawah otoritas China yang punya yurispendensi atau otonomi mandiri bersama dengan banyak BMI yang berjumlah lebih dari 10-25 ribu yang bekerja tidak saja disektori rumah tangga tapi lebih variatif mulai dari salon, spa, casino sampai tempat hiburan lainnya. Redaksi berjumpa dengan pria yang jadi BMI sudah lebih dari sepuluh tahun, ataukah Riama atau kerap disapa mami Candy sebagai pemilik Warung Barokah yang berkah mendapat pasangan di perantauan sehingga bisa resmi alias legal membuka usaha, mulai dari cafe, resto, motel sampai mini market yang memang menyasar para turis dari Indonesia dan BMI Macau yang lebih banyak stay out alias nge-kost. "Alhamdulillah udah lebih dari sepuluh tahun juga dan sudah malang melintang dari Hong Kong dan sekarang di Macau untuk berdagang sebagai motivasi kuat bekerja sampingan untuk menabung lebih banyak lagi. Saya pun memperkerjakan BMI dan bisa memberi inspirasi bagi BMI lainnya sehingga misi Bisa Care bertagline Pulang Jadi Pengusaha sangat saya dukung sekali," seloroh perempuan paruh baya yang selalu tersenyum dan santun dalam berkata-kata. Redaksi melirik di lantai pertama mini marketnya yang super lengkap semua brand asal Indonesia, mulai dari mie instant, produk kecantikan, obat-obatan sampai cobekan dan terasi pun ada dan siap mengobati rasa rindu para BMI yang berada di Macau.